Hal ini dikatakan oleh Dirjen Hubungan Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso usai rapat di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
"Nanti akan ada uji coba pengendalian BBM subsidi. Nanti trayek angkot M-01 Melayu-Senen pakai stiker pengendalian BBM subsidi," ujar Suroyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barcode ini nanti dipindai untuk mengetahui jumlah konsumsi premium tiap-tiap angkot," jelas Suroyo.
Namun tidak semua angkot M-01 memakai stiker tersebut. "Yang berhak dapat stiker adalah angkot yang layak jalan, jadi biar keliatan mana yang legal dan layak," imbuh Suroyo.
Jumlah unit angkot M-01 di Jakarta mencapai 409 unit, dan nantinya angkot tersebut diperbolehkan untuk mengisi di lima SPBU yang ditetapkan. SPBU tersebut adalah SPBU di Jatinegara, SPBU di Jatinegara Kecil, 2 SPBU di Matraman, dan SPBU Kramat Raya.
"Setiap SPBU tersebut dipasang alat pemindai untuk mendeteksi berapa jumlah BBM yang telah dikonsumsi," jelas Suroyo.
Di tempat yang sama, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, uji coba ini akan dilakukan mulai Februari hingga April 2011.
"Stiker ini merupakan tanda bagi kendaraan yang akan dipasangi sistem RFID untuk mendapat BBM subsidi," tukas Tubagus.
(dnl/qom)











































