Demikian disampaikan oleh Direktur Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina, Frederick Siahaan ketika menghadiri acara Indogas Exhibition 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
"Kita berencana untuk akuisisi aset, masih belum tahu di Asia atau Afrika. Sejauh ini, masih dalam proses evaluasi. Kita juga belum tahu apakah kita pemenangnya atau tidak, karena ini kan masuk ke proses penawaran," jelas Frederick.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi target kita. Supaya kita tidak bergantung untuk terus impor minyak mentah, kita mau punya aset-aset yang minyak mentahnya supaya bisa menggantikan impor kita," ucap Frederick.
Kemudian, Frederick mengatakan dirinya tidak bisa memberitahu wilayah mana saja tengah diincar untuk dicaplok blok migasnya.
"Untuk yang mau dipilih yang mana, masalahnya kan kita ikut menawar, belum tentu terpilih juga kita. Pokoknya kita ikut, agresif, itu saja. Ini juga berlangsung terus menerus kan. Kalau untuk mana-mananya, saya nggak bisa bilang," tuturnya.
Rencana akuisisi ini diharapkan dapat menambah produksi perseroan sebesar 75.000 hingga 100.000 barel oil ekuivalen per day.
"Kita punya target sampai tahun 2015 itu bertambah hingga 75.000 sampai 100.000 barel oil ekuivalen per day dari akuisisi saja. Untuk tahun ini kan baru mulai, saya nggak bisa bilang dan sekarang prosesnya masih evaluasi," tukas Frederick.
(nrs/dnl)











































