Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas ESDM ketika ditemui sejumlah wartawan di acara pameran Indogas JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
"Tidak boleh dong (kenaikan tarif angkot), harusnya kendaraan umum tak berubah karena kan tetap pakai BBM subsidi nantinya," kata Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan Evita, dengan tidak berubahnya harga tarif angkutan umum nantinya juga tidak akan beri pengaruh terhadap harga kebutuhan ekonomi lain dan tidak menimbulkan inflasi yang tinggi.
"Mungkin ada sedikit inflasi, tapi itu yang kena adalah orang-orang yang kaya," cetus Evita.
Seperti diketahui, pada bulan April 2011 mendatang pemerintah berencana membatasi BBM bersubsidi. Nantinya seluruh plat hitam kendaraan roda empat dilarang membeli BBM bersubsidi, sedangkan untuk kendaraan pelat kuning serta roda tiga, dan roda dua tetap diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.
Namun sejauh ini pemerintah masih terus membahas hal tersebut terkait kesiapan lebih lanjut jelang rencana pembatasan BBM subsidi. Baik itu dari lingkup sosialisasi hingga permasalahan teknisnya. Pemerintah sendiri juga masih perlu menunggu persetujuan dari anggota komisi VII DPR RI untuk melaksanakan kebijakan tersebut.
(nrs/dnl)











































