Hal ini disampaikan oleh Kepala BP Migas R. Priyono ketika menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
"Status pembayaran sampai dengan tanggal 21 Januari 2011, TPPI memiliki kewajiban pembayaran yang telah overdue sebesar US$ 0,2 miliar," kata Priyono berdasarkan bahan presentasi yang disampaikan olehnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk realisasi pembayaran TPPI selama ini kepada BP Migas terkait nilai pengiriman kondensat, total pembayarannya adalah sebesar US$ 1,7 miliar (88,9% dari total pengiriman kondensat). Jadi untuk US$ 0,2 miliar tadi adalah berdasarkan saldo piutang dan penalti dari TPPI (11,1% dari total pengiriman kondensat)," jelas Priyono.
Priyono mengatakan, terkait dengan perkembangan operasional penyaluran kondensat bagian negara ke kilang TPPI, BP Migas bersama dengan Kementerian Keuangan telah melakukan beberapa kali pertemuan membahas permasalahan menyangkut jaminan pembayaran TPPI.
Kemudian, untuk memonitor rekonsiliasi dan keterlambatan pembayaran erta memonitor nilai Working Capital Asset TPPI, BP Migas juga melakukan rapat rutin bersama dengan TPPI.
"BP Migas beberapa kali telah menyampaikan surat-surat teguran kepada TPPI untuk segera melakukan pelunasan kewajiban sesuai dengan kesepakatan yang berlaku terkait pembayaran," katanya.
Seperti diketahui, TPPI telah ditunjuk oleh BP Migas sebagai penjual kondensat bagian negara untuk membantu pengadaan BBM Domestik (berdasarkan surat BP Migas no 92/BP00000/2005-SO tanggal 1 Feb 2005, Surat Ditjen Migas: No 22613/13/DJM.E/2008 tanggal 18 Des 2010, serta Surat Menteri Keuangan kepada TPPI no S-85/MK.02/2009 tanggal 12 Feb 2009).
Adapun kondensat yang disalurkan ke Kilang TPPI terdiri atas 3 jenis kondensat yang berasal dari Kalimantan Timur dan Aceh (Senipah Kondensat, Bontang Return Kondensat, dan Arun Kondensat).
Dari situ, sebelum melaksanakan penyaluran kondensat ke TPPI, sudah diadakan rapat koordinasi yang menghasilkan keputusan bahwa PT Pertamina menyatakan sanggup membeli produk BBM dari Kilang TPPI, dan TPPI bertanggung jawab penuh atas pembayaran Kondensat bagian negara yang diambil.
(nrs/dnl)











































