Demikian disampaikan oleh Manajer Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Banten (27/1/2011).
"Penambahan daya itu berasal dari 7 unit pembangkit listrik dari Jawa dan Madura ke wilayah Duri, Provinsi Riau," kata Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang direlokasi tersebut merupakan PLTG (Pembangkit Listik Tenaga Gas). Sebanyak 4 pembangkit tahap pertama tadi diperkirakan akan direlokasi pada bulan September tahun ini. Sedangkan untuk 3 pembangkit sisanya akan menyusul pada tahun 2012," ucapnya.
Dijelaskan Bambang, keempat pembangkit yang direlokasi pada tahap pertama merupakan 1 unit PLTG Gilitimur yang berlokasi di Madura dengan daya mampu normal 20 MW, 1 unit PLTG Sunyaragi di Cirebon dengan daya mampu 18 MW, dan 2 unit PLTG Ciacap dengan daya mampu 2x2 MW.
Sedangkan untuk sisanya (3 unit) terdiri dari 1 unit PLTG Priok dengan daya mampu 20 MW yang berasal dari Madura dan 2 unit pembangkit combine cycle dengan daya 2x20 MW yang saat ini berada di Perak-Surabaya. "Selain relokasi, rencananya juga akan dilakukan sewa pembangkit di Dumai," tambah Bambang.
Sementara itu, Asisten Manajer Public Relation PLN, G. Wisnu Yulianto juga sempat mengatakan terkait hal ini. Rencana PLN merelokasi ketujuh unit pembangkit sedang memasuki tahap persiapan lahan.
"Saat ini listrik di Riau pas-pasan. Kalau satu pembangkit ada yang batuk maka akan berkurang kapasitasnya," ujar Wisnu kepada wartawan ketika ikut menghadiri media tour ke proyek PLTU Suralaya Unit 8 hari ini di Banten, Kamis (27/1/2011).
"Riau ini merupakan daerah yang kaya akan gas alam. Kalau relokasi PLTG dilaksanakan ke Duri, maka pemadaman bergilir di sana akan bisa teratasi," kata Wisnu.
Seperti diketahui, kelistrikan di wilayah Riau sejauh ini masih dipasok dari sistem kelistrikan sebesar 224 MW yang dihasilkan dari PLTA Koto Panjang, PLTG Teluk Lembu, IPP (Independent Power Producer/Pengembang Listrik Swasta) PLTG Riau Power, dan sewa genset.
Selain itu, Riau juga menerima pasokan listrik dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat berupa transfer listrik sebesar 106 MW.
Setelah proses relokasi unit 7 PLTG tersebut selesai dilakukan dan sudah dapat beroperasi dengan normal, diharapkan ada peningkatan sekuriti (keamanan) suplai listrik dan potensi adanya pengurangan biaya penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh PLN terhadap PLTG Teluk Lembu yang menggunakan HSD, dan juga pengurangan sewa genset.
Diperkirakan potensi penghematan dari dampak relokasi PLTG dapat mencapai kisaran Rp 860 juta per tahunnya.
(nrs/dnl)











































