G-Resources telah mengantongi izin atas desain dan konstruksi TSF (Tailing Storage Facility) dan sampai saat ini, pekerjaan teknik dan disain sudah 85% selesai.
"Kami gembira dengan kemajuan yang telah dicapai selama 3-4 bulan terakhir. Dukungan pemerintah di setiap lapisan dan dalam berbagai bentuk sangat kami hargai," jelas Peter Albert, CEO G-Resources dalam siaran persnya, Sabtu (29/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menggembirakan ditemukan; hasil pengujian kadar logamnya hanya tinggal menunggu waktu. Target sudah ditentukan di tiga wilayah prospek dan persiapan pengeboran sedang berlangsung.
Pada tahun 2010, G-Resources berkomitmen mengalokasikan US$ 440 juta guna menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan pabrik pengolahan, dan hingga akhir kuartal 4 tahun lalu sudah terserap sekitar US$ 220 juta.
Hingga saat ini, lebih dari 1.200 karyawan bekerja untuk proyek Martabe, yang tersebar di sektor pekerjaan konstruksi, operasi dan eksplorasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 650 orang direkrut dari masyarakat di 10 desa dan beberapa area lain di seputar lokasi pertambangan, termasuk diantaranya 400 staf wanita dan 10 orang pengemudi alat berat wanita.
"Proyek berada dalam jadwal dengan beberapa keberhasilan penting yang sudah kami capai. Tentu akan banyak tantangan yang masih harus kami hadapi di depan, tapi kami yakin dengan dukungan tim berkelas dunia yang kami miliki sekarang, kami akan bisa mencapai target yang sudah
ditetapkan," imbuh Peter.
Aset awal utama G-Resources saat ini adalah Martabe yang memiliki sumberdaya 6,5 juta ons emas dan 66 juta ons perak. Sedang dalam proses konstruksi, Martabe ditargetkan untuk memulai produksi di akhir tahun 2011 dengan kapasitas per tahun sebesar 250,000 ons emas dan 2-3 juta
ons perak berbiaya rendah sebesar US$ 280 per ons emas.
(qom/ndr)











































