Minyak Tembus US$ 100, Pemerintah Bakal Tekor Rp 14 Triliun

Minyak Tembus US$ 100, Pemerintah Bakal Tekor Rp 14 Triliun

- detikFinance
Selasa, 01 Feb 2011 12:02 WIB
Jakarta - Melonjaknya harga minyak dunia hingga menembus US$ 100 per barel bakal membuat pemerintah makin tekor. Karena defisit anggaran pemerintah atau APBN bakal membengkak Rp 14 triliun.

Hal ini disampaikan olehΒ  Direktur Eksekutif RefoMiner Institute Pri Agung Rakhmanto kepada detikFinance, Selasa (1/2/1011).

"Harga minyak dunia US$ 100 per barel, subsidi energi bakal membengkak sekitar Rp 66 triliun. Penerimaan migas juga naik tapi hanya sekitar Rp 52 triliun. Jadi defisit APBN akan bertambah Rp 14 triliun," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak Brent akhirnya tembus US$ 100 per barel, seiring memuncaknya krisis di Mesir yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas di Timur Tengah, penghasil minyak utama dunia.

Pada perdagangan Senin (31/1/2011), di bursa London, harga minyak ICE Brent untuk kontrak Maret ditutup naik US$ 1,59 per barel ke level US$ 101,73 per barel. Ini adalah kenaikan harga terbesar sejak Oktober 2008. Sementara minyak WTI light sweet di pasar New York untuk pengiriman Maret naik hingga 2,85 dolar menjadi US$ 93,19 per barel.

Mesir memang bukanlah produsen minyak utama dunia, namun merupakan lokasi dari Terusan Suez yang penting untuk mengalirkan 2,4 juta barel miyak per hari setara dengan produksi minyak Irak atau Brasil.

Pihak Mesir sudah menegaskan kilang tersebut masih beroperasi dengan kapasitas penuh, namun pemogokan dan kerusuhan telah menyebabkan pengapalan minyak raksasa seperti AP Moller-Maersk menghentikan operasionalnya sementara waktu di negara tersebut.

Kerusuhan yang sudah berlangsung selama 7 hari dan menyebabkan korban meninggal hingga 100 orang lebih itu juga telah membuat sejumlah industri menghentikan operasionalnya.

Sekjen OPEC, Abdala Salem El-Badri mengingatkan kemungkinan akan ada kekurangan minyak yang melewati Terusan Suez. Namun ia menegaskan suplai minyak dunia masih cukup baik.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads