Minyak Dunia Terus Melambung, Pertamax Bisa Tembus Rp 10.000

Minyak Dunia Terus Melambung, Pertamax Bisa Tembus Rp 10.000

- detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 12:18 WIB
Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia yang terjadi terus-menerus akibat kelabilan cuaca dan krisis di Mesir bisa makin mendongkrak harga pertamax. Diperkirakan pertamax bisa tembus Rp 10.000 per liter.

Hal ini disampaikan oleh Pengamat Perminyakan Kurtubi ketika dihubuni detikFinance, Rabu (2/2/2011).

"Kalau ini (harga minyak dunia) naik terus, sehigga ketika rencana pembatasan BBM diberlakukan pada bulan April nanti, harga pertamax kemungkinan bisa mencapai hingga Rp 10.000 per liternya," ucap Kurtubi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan jika pertamax makin mahal, maka beban masyarakat pun akan bertambah khususnya bagi pengendara mobil yang tak boleh lagi menggunakan premium.

"Dampaknya ke Indonesia itu luar biasa, apalagi kalau jelang pembatasan itu. Nanti masyarakat 'dipaksa' untuk beli pertamax. Kan tak ada pilihan lagi ya kan," tambah Kurtubi.

Dikatakan Kurtubi, harga pertamax ataupun pertamax plus yang dijual SPBU Pertamina memang sangat sensitif dengan pergerakan harga minyak dunia.

"Pertamax itu harganya secara 100% diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Jadi kalau harga minyak dunia naik, maka harga pertamax dan sejenisnya juga akan ikut naik," katanya.

Seperti diketahui, mulai April 2011 pemerintah akan memberlakukan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jabodetabek. Mobil berplat hitam mulai April tak boleh lagi memakai premium atau solar.Β 

Pada hari ini, harga minyak mentah dunia belum turun mau turun dari level US$ 100 per barel. Kerusuhan di Mesir yang belum juga ada tanda-tanda mereda membuat para pialang semakin semangat untuk meningkatkan risiko premium atas harga minyak.

Pada perdagangan Selasa (1/2/2011), minyak Brent North Sea pengiriman Maret sempat melonjak hingga US$ 102,08 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak September 2008, ketika Lehman Brothers bangkrut. Minyak Brent akhirnya ditutup naik 73 sen ke level US$ 101,74.

(nrs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads