Demikian disampaikan oleh Pengamat Perminyakan Kurtubi kepada detikFinance, Rabu (2/1/2011).
"Diliat dari pengalaman, ya dari pengalaman terutama, Ibu Karen ini kan masih hanya di Pertamina saja, belum pernah di pemerintahan. Sedangkan menangani ESDM juga di sana ada masalah listrik, Minerba, pertambangan, batubara. Pokoknya macam-macam," tutur Kurtubi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pergantian ini (Menteri ESDM) merupakan hak sepenuhnya dari presiden. Hanya presiden yang bisa menentukan menteri," jelas Kurtubi.
Untuk Pertamina dengan mundurnya Karen diharapkan bisa mencari Dirut baru yang lebih bagus. "Pertamina memang mesti dikelola oleh profesional dan mengutamakan kepentingan rakyat," kata Kurtubi.
"Kalau untuk Pertamina, mestinya itu dikelola oleh profesional. Sebab minyak dan gas itu kan mestinya milik negara, jadi direksi Pertamina tidak cukup hanya untuk orang yang ahli dan profesional, tapi perlu tambahan untuk bisa membela rakyat dan mementingkan konstitusi," imbuh dia.
Menurut kabar yang beredar, Karen akan diturunkan dari posisinya sebagai orang nomor satu di Pertamina oleh Pemerintah. Ada dua calon kuat yang akan menggantikan Karen.
Keduanya adalah Triharyo Soesilo yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Pertamina dan Mantan Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan.
(nrs/dnl)











































