“Pembangkit bekas yang akan dikirim dari Jawa itu sampai kini tidak ada kepastian soal pasokan gasnya. Ini aneh sekali, ada pembangkit yang akan ditempatkan di Riau, tapi pihak PLN sendiri belum mempersiapkan infrastruktur pasokan gas itu sendiri,” kata Direktur Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Riau, Marbaga Tampubolon dalam perbincangan dengan detikfinance, Jumat (04/02/2011) di Pekanbaru.
Menurut Marbaga, PLTG yang ada di Teluk Lembu sejak tahun 2005 silam, sampai kini tidak memiliki pasokan gas. Padahal direncanakan PLTG Teluk Lembu akan mendapat pasokan gas dari PT Kalila Energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambah pembangkit yang dilakukan PLN Pusat, kata Marbaga, memang bertujuan baik untuk menambah kekurangan daya yang selama ini terjadi di wilayah Riau dan Kepri.
Dari empat pembangkit itu berdaya optimal 82 MW. Dari jumlah tersebut, membutuhkan pasokan gas mencapai 32,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), dengan asumsi umumnya penggunaan 1 MMSCFD bisa menghasilkan tenaga listrik 2,5 MW.
“Sejauh ini kita melihat belum ada proses negosiasi antara PLN dengan PT Kalila. Sedangkan PLTG Teluk Lembu yang sudah dibangun sejak tahun 2005 silam, sampai kini tidak beroperasi karena tidak ada pasokan gasnya,” kata Marbaga.
Sedangkan Manager Humas PLN Riau, Suhatman kepada wartawan mengatakan, pasokan gas untuk empat PLTG yang direlokasi ke Duri pada tahun ini akan diambil dari Kalila. Namun, berapa jumlah pasokan dan kapan akan disalurkan masih dalam tahap pembicaraan.
“Kita akan mendapat pasokan gas dari Kalila,” kata Suhatman. Proses relokasi pembangkit tidak akan memakan waktu lama dan ditargetkan rampung pada September 2011.
(cha/ang)











































