Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/2/2011).
"Banyak bagian terbesar dari rakyat yang mampu, namun kita biarkan mereka membeli BBM subsidi, ini 'cengeng' bangsa ini," kata Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksudnya cengeng itu artinya, belum apa-apa sudah mengeluh, padahal mereka yang tidak layak untuk beli BBM bersubsidi. Malah kita harus beri perhatian kepada mereka yang kurang mampu," tegasnya.
"Padahal, kalau BBM bersubsidi itu bisa tepat sasaran, kita akan bisa kurangi ongkos subsidi dan bisa mengalokasikan untuk listrik misalnya. Program listrik itu, untuk rakyat, masih banyak rakyat yang belum dapat listrik kan. Jadi kita harus pikirkan secara lengkap," ujar Darwin.
Darwin selebihnya mengatakan, untuk kajian pembatasan BBM bersubsidi, pihak Kementerian ESDM masih terus melakukan pengkajian sesuai dengan kesepakatan yang diminta DPR.
"Terkait bagaimana waktu penerapannya, saya kira pertimbangannya banyak, dan pemerintah akan sangat hati-hati dalam arti nanti kita akan pertimbangkan faktor-faktornya secara menyeluruh. Misalnya kalau tidak dilakukan (pembatasan BBM bersubsidi) akan terjadi pembengkakan subsidi, namun kalau kita lakukan kita harus pertimbangkan pengawasannya, sampai daya beli masyarakat seperti apa. Itu perlu ditimbang komponen-komponen tersebut," kata Darwin.
Darwin juga menambahkan, jika sudah menyangkut daya beli rakyat, seperti yang dikatakan sebelumnya, hal tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi rakyat yang tidak mampu.
"Dan satu hal, perlu diingat BBM itu memang hak bagi rakyat baik itu yang mampu maupun tidak mampu. Jadi jangan bilang ini pembatasan melainkan pengaturan," tegas Darwin
Seperti diketahui, kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi akan dilakukan mulai April 2011 dan akan dilakukan terlebih dahulu di Jabodetabek.
(nrs/dnl)











































