Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/2/2011).
"Semua sekarang berbicara lebih baik, premium dinaikkan harganya nanti kalau dinaikan harganya, dibilang pemerintah dasar nggak punya hati, orang lagi susah malah dinaikkan harganya, kan begitu. Ya sudahlah jangan terlalu reaktif, kita harus tenang pelajari dengan baik," ujar Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, lanjut Hatta, pemerintah akan melakukan pengubahan kebijakan jika terdapat beberapa asumsi yang berpotensi berubah.
"Nggak ada istilah pokoknya, kalau ada asumsi yang berubah, kalau ada asumsi-asumsi yang berubah dan kita melihat ada perubahan-perubahan, yang cukup besar maka kebijakan akan bisa kita sesuaikan karena inti dari semua kebijakan itu adalah untuk perekonomian kita yang stabil, pertumbuhan kita yang terjaga, kesejahteraan rakyat kita yang bagus jangan ada distorsi kan intinya itu. Kita tidak ingin membuat kebijakan yang menimbulkan distrosi," ujarnya.
Namun, ketika ditanya mengenai rencana mundurnya pelaksanaan kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi karena harga minyak yang cenderung naik, Hatta tidak memberikan ketegasan terhadap sikap pemerintah.
"Respon kebijakan itu harus kita lihat apa pengaruhnya. tidak ada istilah pokoknya," tandasnya.
(nia/dnl)











































