Hatta: Pemerintah Belum ada Pikiran Menaikkan Harga BBM

Hatta: Pemerintah Belum ada Pikiran Menaikkan Harga BBM

- detikFinance
Rabu, 09 Feb 2011 15:18 WIB
Jakarta - Pemerintah belum berpikir untuk menaikkan harga BBM meskipun harga minyak dunia saat ini sudah menembus US$ 100 per barel. Kenaikan harga minyak saat ini dinilai hanya sementara akibat krisis Mesir.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

"Belum ada pikiran untuk menaikkan (premium). Kenapa? Saya kan berkali-kali mengatakan jangan terlalu cepat mengasumsikan seakan-akan harga minyak dunia seratusan dolar," jelas Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, dulu saat harga minyak dunia sempat menyentuh US$ 140 per barel, rata-rata harga minyak Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) hanya US$ 90 per barel.

"Jadi jangan terlalu cepat. Sekarang sudah turun lagi kan (harga minya). Jadi yang terjadi di mesir itu tidak berkelanjutan dan temporer sekali. Saya tetap berasumsi, secara fundamental, supply and demand, sepanjang OPEC meningkatkan produksi, memenuhi suplai permintaan sebesar 1,5 juta barel tambahannya itu akan seimbang," papar Hatta.

Dalam kesempatan itu, Hatta mengatakan sampai saat ini pemerintah masih menargetkan pelaksanaan pembatasan BBM subsidi mulai April 2011 di Jabodetabek.

"Tapi semuanya masih mengacu pada asumsi-asumsi seperti harga minyak, pangan, dan kondisi makro ekonomi. Semua itu menjadi perhitungan kita. Kalau menimbulkan inflasi menimbulkan distorsi yang besar pada ekonomi kita," katanya.

Menurutnya, inti dari pembatasan konsumsi BBM subsidi ini adalah untuk keadilan. Sehingga yang mendapatkan subsidi ini adalah mereka yang layak.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads