Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/2/2011).
"Belum ada pikiran untuk menaikkan (premium). Kenapa? Saya kan berkali-kali mengatakan jangan terlalu cepat mengasumsikan seakan-akan harga minyak dunia seratusan dolar," jelas Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi jangan terlalu cepat. Sekarang sudah turun lagi kan (harga minya). Jadi yang terjadi di mesir itu tidak berkelanjutan dan temporer sekali. Saya tetap berasumsi, secara fundamental, supply and demand, sepanjang OPEC meningkatkan produksi, memenuhi suplai permintaan sebesar 1,5 juta barel tambahannya itu akan seimbang," papar Hatta.
Dalam kesempatan itu, Hatta mengatakan sampai saat ini pemerintah masih menargetkan pelaksanaan pembatasan BBM subsidi mulai April 2011 di Jabodetabek.
"Tapi semuanya masih mengacu pada asumsi-asumsi seperti harga minyak, pangan, dan kondisi makro ekonomi. Semua itu menjadi perhitungan kita. Kalau menimbulkan inflasi menimbulkan distorsi yang besar pada ekonomi kita," katanya.
Menurutnya, inti dari pembatasan konsumsi BBM subsidi ini adalah untuk keadilan. Sehingga yang mendapatkan subsidi ini adalah mereka yang layak.
(dnl/qom)











































