Penghematan Pengadaan Proyek Migas Capai Rp 870 Miliar di 2010

Penghematan Pengadaan Proyek Migas Capai Rp 870 Miliar di 2010

- detikFinance
Rabu, 09 Feb 2011 16:28 WIB
Jakarta - Biaya pengadaan barang dan jasa di industri hulu migas di 2010 mengalami penghematan mencapai US$ 96,5 juta atau sekitar Rp 870 miliar. Jumlah ini didapat melalui berbagai kontrak pengadaan bersama dan transfer material yang dilakukan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS).

Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan, penghematan didapat dari sektor pengadaan barang senilai US$ 66,7 juta dan dari transfer material senilai US$ 29,8 juta.

"Pencapaian ini melebihi target penghematan pada 2010 yang sebesar US$ 75 juta," kata Priyono seperti dikutip dari situs BP Migas, Rabu (9/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Priyono menjelaskan, penghematan di 2010 tersebut jauh melebihi penghematan di 2009 yang sebesar US$ 61,93 juta. Karena itu, BP Migas tak ragu untuk menaikkan target penghematan di 2011 menjadi US$ 105 juta. Rinciannya, US$ 75 juta untuk penghematan pengadaan bersama, dan US$ 30 juta untuk transfer material.

"Kami optimis target tersebut bisa dilewati," kata dia.

Pengadaan bersama dan transfer material antar kontraktor yang telah berjalan, antara lain, penggunaan gudang dan fasilitas, transportasi laut dan udara, operasi bersama penyelidikan seismik tiga dimensi, serta kontrak bersama penggunaan rig untuk pengeboran maupun workover.

Saat ini, telah eksis enam forum pengadaan barang dan jasa di seluruh wilayah Indonesia, yakni Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Natuna, dan Offshore North West Java (ONWJ). Dalam waktu dekat akan dibentuk forum serupa untuk wilayah Papua dan Maluku.

Tidak hanya menghematan, tingkat penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) di sektor migas juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data BP Migas, di 2010 total nilai pengadaan barang dan jasa di seluruh kontraktor KKKS mencapai US$ 10,79 miliar dengan TKDN sebesar 63,4%. Nilai TKDN barang sekitar US$ 1,92 miliar atau 50,5%, sedangkan nilai TKDN jasa senilai US$ 4,92 miliar atau mencapai 70,5%.

Angka ini meningkat dari US$ 8,98 miliar pada 2009 dengan TKDN hanya 49%.

Nilai transaksi pembayaran pengadaan barang dan jasa melalui bank umum nasional juga meningkat. Di 2009, tercatat transaksi sebesar US$ 3,97 miliar.

Tahun lalu, nilai transaksinya naik US$ 4,6 miliar. Total transaksi di perbankan nasional sejak April 2009 hingga Desember 2010 mencapai US$ 8,596 miliar.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads