Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat tentang hasil rapat soal pembangkit listrik di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/2/2011).
"Pemasok batubara ke PLN ingin harga lebih tinggi daripada harga acuan, hanya satu perusahaan yang mau memakai Harga Acuan Batubara (HAB). Yang lain minta HAB plus sekitar 20% karena ingin mengikuti harga pasar," tutur Yopie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Presiden Boediono meminta masalah harga batubara untuk pasokan PLN ini harus selesai pada Maret 2011 lewat koordinasi Menteri ESDM.
Sebelumnya, PLN mengeluhkan soal tingginya harga batubara yang mengancam rencana efisiensi mereka. Karena tingginya harga batubara membuat ongkos produksi listrik tak jauh beda dengan menggunakan BBM.
Selain itu dalam rapat di Wapres juga dibahas soal masalah di proyek pembangkit listrik 10 ribu MW yang membutuhkan batubara kalori tinggi. Sementara PLN umumnya memakai batubara berkalori rendah.
"Solusinya adalah pencampuran (blending) batubara. Solusi lain, memasang dryer untuk mengurangi kadar air. Upaya ini sudah ujicoba di Bekasi dan akan dilanjutkan dalam skala lebih besar ke Labuan," jelas Yopie.
(dnl/qom)











































