Demikian penetapan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM yang dikutip, Kamis (10/2/2011).
Harga acuan ini menggunakan formula acuan rata-rata indeks batubara Indonesia (ICI-1), Platts-1, NEX (New Castle Export Index), dan GC (New Castle Global Coal Index).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan indeks harga perdagangan batubara dunia yang berdampak terhadap kenaikan HBA kemungkinan disebabkan oleh banjir bandang di Australia awal tahun ini dan diperburuk oleh terjangan badai Yasi Queensland minggu lalu. Australia merupakan ekspotir batubara terbesar dunia dengan ekspor sebesar 261 juta ton atau sekitar 28% total dunia," demikian isi laporan tersebut.
Selain gangguan pasokan batubara dari Australia, kenaikan harga batubara di dunia juga diakibatkan oleh meningkatnya permintaan dari dunia khususnya India dan China.
(dnl/qom)











































