Warga Asahan Rasakan Pemadaman Listrik 10 Kali Sehari

Warga Asahan Rasakan Pemadaman Listrik 10 Kali Sehari

- detikFinance
Kamis, 10 Feb 2011 15:02 WIB
Pekanbaru - Setelah Pekanbaru dan Jambi, ternyata kondisi listrik di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara juga memprihatinkan. Listrik di wilayah ini bisa padam sampai 10 kali sehari dengan durasi total lebih dari 12 jam.

Saat ini ternyata masih banyak wilayah di Sumatera yang kondisi listriknya masih dihantui pemadaman. Untuk Asahan ada dua kecamatan yang sering dilanda pemadaman, yakni Kecamatan Bandar Pulau dan Kecamatan Aek Songsongan.

Padahal di dua kecamatan ini terdapat bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sigura-gura yang aliran listriknya bisa membangkitkan PT Alumunium Indonesia (Inalum).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita benar-benar jengkel, sehari listrik bisa mati sampai 10 kali. Kalau kita hitung-hitung listrik di tempat kami ini lebih banyak padamnya dari pada hidupnya. Herannya bolak balik kita protes, PLN tidak pernah menggubrisnya," kata Syamsul Hoir warga Kecamatan Aek Songsongan dalam perbincangan telepon dengan detikFinance, Kamis (10/02/2011).

Bisa dibayangkan betapa repotnya masyarakat di kedua kecamatan itu, bila pemadaman listrik bisa sampai 10 kali dalam sehari. Baik pagi, siang, maupun malam hari, terus menerus pemadaman listrik terjadi. Padahal kondisinya tidak ada hujan atau adanya perbaikan jaringan.

"Kondisi seperti ini bukan kali ini saja terjadi. Kondisinya sudah bertahun-tahun lamanya tidak ada perhatian dari pihak PLN," kata Syamsul.

Masih menurut warga di sana, dua hari yang lalu malah listrik mati total dalam sehari. Dan kondisi listrik  padam total ini bukan hal yang aneh di kedua kecamatan tersebut. Kondisi pemadaman yang tak karuan itu masyarakat hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada.

"Kita heran kenapa listrik di tempat kami lebih banyak matinya dari pada hidupnya. Padahal kampung kami ini daerah pembangkit PLTA terbesar di Sumatera. Namun kondisi kami kelistrikan kami paling parah di Sumatera Utara ini," keluh Suhatman warga lainnya.

(cha/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads