Listrik Prabayar Diperluas di Indonesia Timur

Listrik Prabayar Diperluas di Indonesia Timur

- detikFinance
Minggu, 13 Feb 2011 10:55 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) semakin memantapkan upayanya untuk melakukan penetrasi layanan listrik prabayar (LPB) di kawasan Indonesia Timur. Salah satunya adalah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rumah Beta Su Terang…, kami minta PLN langsung pasang," demikian diungkapkan  Jeni Seren salah seorang warga di kampung Maulafa-Oubufu
Kupang, NTT seperti yang dikutip dari siaran pers PT PLN (Persero) yang diterima detikFinance, Minggu (13/2/2011). 

Jeni merupakan salah satu dari 6.240 pelanggan PLN NTT yang disambung listriknya dengan menggunakan LPB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak diluncurkan Program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASSS) pada bulan Oktober tahun lalu, PLN Wilayah NTT terus melakukan ekspansi penyambungan baru dengan menggunakan LPB. 

General Manajer PLN Wilayah NTT S. Januwarsono menyatakan, pihaknya telah menargetkan hingga akhir tahun 2011 dapat  tersambung  pelanggan baru listrik prabayar sebanyak 25.000 pelanggan.

Semantara itu,  Ketua  DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT Bobby Lianto, mengakui kalau  layanan listrik prabayar merupakan salah satu solusi untuk mengatasi problem sambungan listrik di kawasan perumahan.

Menurutnya, selama ini jika menggunakan listrik pasca bayar, maka  setiap developer berkewajiban untuk membayar biaya beban (abonemen) dari setiap sambungan listrik yang telah disambung, sepanjang  pengembang belum melakukan  serah terima rumah kepada pihak pembeli.

“Dengan adanya prabayar, kami tidak pusing lagi. Segera dipasang saja, nantinya terserah pemilik rumah, kapan mau dinyalain, ya mereka sendiri yang  harus mengisi setrumnya,” kata Bobby.

Pihak REI NTT sendiri memberikan dukungan penuh kepada PLN untuk terus mengembangkan program listrik prabayar. Bagi pengembang perumahan, menurut Bobby, menggunakan listrik prabayar lebih menguntungkan. Karena itu, DPD REI NTT  menghimbau para pengembang di wilayahnya  untuk menggunakan listrik prabayar.

“Kami dan peminat rumah akan terhindar dari pemutusan jaringan oleh PLN karena pemakaian listrik diatur sendiri oleh pengguna. Akhirnya, listrik prabayar ini bisa mendidik pemakai listrik bisa mengendalikan sendiri pemakaian listriknya sehingga diharapkan dapat  lebih berhemat,” ujar Bobby.

Bahkan, sejak tahun lalu  sudah ada pengembang perumahan  di NTT yang mengembangkan kampung prabayar yang  berlokasi di daerah
Kolhua, NTT.

Seperti diketahui, tahun ini PLN menargetkan dapat menyambung 2 juta pelanggan listrik prabayar, baik itu penyambungan baru maupun yang migrasi dari listrik pasca bayar. Listrik Prabayar merupakan inovasi pelayanan PLN yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan.

Selain dapat mengendalikan sendiri pemakaian listriknya sesuai kebutuhan, pelanggan juga dapat mengetahui besarnya pemakaian listrik setiap harinya.  Voucher isi ulang setrum listrik prabayar juga bisa dengan mudah diperoleh melalui 30.000 lebih jaringan ATM dari sejumlah bank yang tersebar di seluruh Indonesia, diantaranya ATM BCA, Mandiri, Bukopin, BNI, BRI dan lain-lain.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads