Demikian disampaikan oleh Dahlan Iskan kepada sejumlah wartawan ketika rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR RI sedang rehat sementara, Jakarta (16/2/2011).
"Tarif malam itu maksudnya, jadi kalau dari pagi sampai sore, beban listrik pasti memuncak maka itu tarifnya mahal. Sedangkan pada malam hari, beban menurun karena rendah. Nah, di situ kita beri insentif supaya industri bisa geser untuk bekerja di malam hari," kata Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru ide yang diusulkan dan merupakan salah satu kompensasi. Jadi ada industri yang capping-nya dicabut mungkin tarif listriknya naik. Nah, supaya industri itu dalam kenyataannya tidak naik, kita beri insentif dengan memakai listrik lebih banyak pada malam hari," jelasnya lagi.
"Lagipula kan lebih murah dengan membayar lembur kan? Ketimbang membayar listrik mahal? Ini kan juga masih usulan alternatif karena masalah pencabutan capping ini masih belum diterima (oleh DPR RI)," katanya.
Disamping itu, Dahlan juga menyampaikan, untuk penawaran yang diberikan oleh PLN kepada industri sudah mendapatkan tanggapan yang cukup baik. Dirinya juga mengatakan, pembayaran listrik penuh (dengan dicabutnya capping) dengan cara mencicil atau tarif malam tadi akan dapat perhitungan masing-masing secara B to B antara PLN dan pihak industri.
"Kalau dibilang repot, memang pasti repot. Tapi demi mereka tidak apa-apa. Bisa kok tapi repot, repot tapi bisa," ujar Dahlan.
(nrs/ang)











































