PLN Usul Industri Optimalkan Listrik Murah Malam Hari

PLN Usul Industri Optimalkan Listrik Murah Malam Hari

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Rabu, 16 Feb 2011 18:38 WIB
PLN Usul Industri Optimalkan Listrik Murah Malam Hari
Jakarta - PT PLN (persero) usul para pelaku industri beroperasi di malam hari saat beban listrik rendah sehingga lebih murah. Hal itu dilakukan dalam rangka menyelesaikan polemik pencabutan capping TDL industri oleh BUMN listrik tersebut.

Demikian disampaikan oleh Dahlan Iskan kepada sejumlah wartawan ketika rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR RI sedang rehat sementara, Jakarta (16/2/2011).

"Tarif malam itu maksudnya, jadi kalau dari pagi sampai sore, beban listrik pasti memuncak maka itu tarifnya mahal. Sedangkan pada malam hari, beban menurun karena rendah. Nah, di situ kita beri insentif supaya industri bisa geser untuk bekerja di malam hari," kata Dahlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan mengatakan, untuk industri yang menggunakan listrik dari jam 11 malam hingga jam 5 pagi akan diberi tarif yang murah. Namun, untuk perumusan lebih detilnya, Dahlan mengatakan bahwa hal tersebut baru sebatas usulan alternatif disamping dengan membayar cicilan saja.

"Ini baru ide yang diusulkan dan merupakan salah satu kompensasi. Jadi ada industri yang capping-nya dicabut mungkin tarif listriknya naik. Nah, supaya industri itu dalam kenyataannya tidak naik, kita beri insentif dengan memakai listrik lebih banyak pada malam hari," jelasnya lagi.

"Lagipula kan lebih murah dengan membayar lembur kan? Ketimbang membayar listrik mahal? Ini kan juga masih usulan alternatif karena masalah pencabutan capping ini masih belum diterima (oleh DPR RI)," katanya.

Disamping itu, Dahlan juga menyampaikan, untuk penawaran yang diberikan oleh PLN kepada industri sudah mendapatkan tanggapan yang cukup baik. Dirinya juga mengatakan, pembayaran listrik penuh (dengan dicabutnya capping) dengan cara mencicil atau tarif malam tadi akan dapat perhitungan masing-masing secara B to B antara PLN dan pihak industri.

"Kalau dibilang repot, memang pasti repot. Tapi demi mereka tidak apa-apa. Bisa kok tapi repot, repot tapi bisa," ujar Dahlan.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads