Pada perdagangan Jumat (18/2/2011) di pasar Asia, minyak light sweet pengiriman Maret turun 19 sen menjadi US$ 86,17 per barel. Minyak Brent untuk pengiriman April turun 5 sen menjadi US$ 102,54 per barel.
"Saya kira harga minyak mentah dapat didorong lagi oleh aksi demonstrasi di sekitar Timur Tendah dan Afrika Utara," ujar Ong Yi Ling, analis investasi dari Phillip Futures di Singapura seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenjak memanasnya situasi politik di Timur Tengah, terutama sekali di Mesir, perbedaan harga antara minyak light dan brent sangat tinggi.Para pialang membeli minyak brent karena kekhawatiran terjadinya gangguan suplai di Timur Tengah akan menimbulkan gangguan di pasar Eropa.Sementara untuk kontrak New York minyak light justru dipicu oleh meningkatnya suplai di AS sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah melemahnya permintaan. (qom/dnl)











































