Indonesia dan Jepang tengah menjajaki kemungkinan menjalin kerja sama Synthetic Natural Gas (SNG) Project di Sumatera. SNG Project merupakan proyek pembangunan kilang yang mengolah batu bara kelas rendah menjadi synthetic natural gas (SNG).
Terkait rencana itu, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas melakukan pertemuan dengan instansi terkait, termasuk juga BUMN, di Gedung Migas kemarin, seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Sabtu (19/2/2011).
Dalam rapat yang dipimpin Dirjen Migas Evita H. Legowo itu disepakati bentuk kerja sama dengan Jepang untuk SNG adalah Letter of Intent (LoI) yang tidak mengikat dan ditandatangani oleh pemerintah kedua negara. Selanjutnya, masing-masing pihak dapat menunjuk entrustee untuk implementasi kerja sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kerja sama yang dilakukan Tekmira tersebut, diketahui bahwa kendala utama dalam implementasi SNG adalah jaminan offtaker, harga gas dan infrastruktur. "Rapat juga menyadari, harga batu bara memegang peranan penting," tambah Evita.
Disepakati pula, kerja sama seyogyanya diarahkan langsung ke tahap komersial.
(ang/ang)











































