Produksi Migas Sangasanga Tarakan Tembus 7.300 Bph

Produksi Migas Sangasanga Tarakan Tembus 7.300 Bph

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Sabtu, 19 Feb 2011 17:02 WIB
Produksi Migas Sangasanga Tarakan Tembus 7.300 Bph
Jakarta - PT Pertamina, melalui unit bisnis Pertamina EP berhasil menembus produksi migas sebesar 7.300 barel per hari di wilayah Sangasanga, Tarakan. Pencapaian itu membuat Pertamina optimistis meningkatkan produksi migas di lapangan alih kelola.

Demikian disampaikan oleh General Manager Pertamina EP Unit Bisnis Sangasanga Tarakan, Satoto Agustono dalam siaran persnya kepada detikFinance, Jakarta (19/2/2011).

''Peningkatan produksi tersebut dicapai dari kontribusi upaya optimalisasi di beberapa sumur wilayah lapangan kerja,'' katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satoto mengatakan, optimalisasi dilakukan pada  sumur yang terletak di North Kutai Lama, Kalimantan Timur. ''Kami melakukan optimasi performance pada sumur NKL 1013 yang sebelumnya berada pada kisaran 600 barel, kini produksinya kami tingkatkan dan bisa menyentuh 1.000 barel,'' ucap Satoto.

''Selanjutnya reparasi sumur NKL 1010 yang roduksinya bisa meningkat menjadi 500 barel. Serta pemasangan pompa elektrik pada sumur NKL 1014 dan mendapatkan peningkatan sekitar 100 barel,'' lanjutnya.

Adapun, target yang diapot UBEP Sangasanga Tarakan pada tahun 2011 adalah sebesar 6070 barel perhari. Namun dengan adanya optimalisasi, produksi bisa mencapai 7366 barel per hari sejak tanggal 16 Februari 2011 lalu.

''Hal tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap angka total produksi keseluruhan dan total produksi UBEP Sangasanga Tarakan hingga saat ini (year to date) mencapai 6636 barel per hari atau sekitar 108% terhadap target 2011,'' ujar Satoto.

Sekedar informasi, wilayah lapangan Sangasanga Tarakan merupakan wilayah alih kelola yang dilakukan Pertamina EP sejalan dengan habisnya masa kontrak TAC Pertamina-Medco pada 2008 lalu.

Selanjutnya pengelolaan wilayah tersebut diambil alih olehnya dengan memberikan kepada UBEP Sangasanga Tarakan untuk diolah lebih lanjut. Satoto optimis UBEP Sangasanga Tarakan masih dapat meningkatkan produksinya di masa mendatang.

''Saat ini kami sedang melaksanakan pemboran pengembangan sumur NKL 1015 yang merupakan peluang bagi kami dan diharapkan dapat memberikan kontribusi peningkatan produksi,'' kata Satoto.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads