Pada perdagangan Senin (21/2/2011) di pasar Asia, harga minyak Brent pengiriman April melonjak hingga 1,13 dolar menjadi US$ 103,65 per barel. Minyak light sweet pengiriman Maret naik 1,17 dolar menjadi US$ 87,37 per barel.
"Kedua harga benchmark itu benar-benar menanjak pagi ini. Pemicu utama sebenarnya adalah aksi demi di Timur Tengah," ujar Victor Shum, analis senior dari perusahaan konsultan energi Purvin and Gertz seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Libya adalah anggota OPEC dan meskipun produksi minyak Libya tidak signifikan secara basis global, namun ini benar-benar ancaman yang dekat dengan pemasok utamg minyak dunia, terutama di Timur Tengah dan Afrika Utara," imbuh Shum.
Situasi di Libya saat ini semakin tak terkendali. Para demonstran telah menguasai sejumlah pangkalan militer, senjata dan tank-tank tempur. Putra pemimpin Libya, Muammar Khadafi, Saif al-Islam Gaddafi pun mengingatkan, perang saudara di negeri itu akan menghancurkan kekayaan minyak Libya. Puluhan orang dikabarkan tewas karena situasi yang semakin memanas itu.
(qom/dnl)











































