Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah meyakini kenaikan harga minyak dunia yang hingga menembus level US$ 100 per barel hanya bersifat sementara saja.
"Kita masih belum akan merevisi harga minyak di APBN, karena ini bersifat temporary. Kita lihat kemarin kan kalau (krisis) Mesir sampai US$ 100 per barel, tapi turun lagi," kata Agus ketika ditemui di Istana Bogor, Selasa (22/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Timteng gonjang ganjing lagi, Libya dan merambat ke beberapa negara Timteng, rata-rata penghasil minyak. Karena faktor politik di Timteng (minyak naik), kalau sudah reda akan turun dan kita akan pantau terus," kata Agus.
Seperti diketahui, saat ini pada perdagangan di pasar Asia, minyak Brent untuk pengiriman April naik lagi US$ 1,21 menjadi US$ 106,95 per barel. Minyak light sweet pengiriman Maret melonjak US$ 6,45 menjadi US$ 92,65 per barel.
(dnl/qom)











































