Sopir Angkot Janji Tak Timbun Premium

Sopir Angkot Janji Tak Timbun Premium

- detikFinance
Rabu, 23 Feb 2011 14:54 WIB
Sopir Angkot Janji Tak Timbun Premium
Jakarta - Para sopir angkutan umum kota DKI Jakarta mengatakan tidak mungkin melakukan penimbunan BBM subsidi jika nantinya pembatasan konsumsi BBM subsidi dilaksanakan. Mereka lebih membutuhkan perhatian dan adanya kuota atau jatah konsumsi BBM yang pasti bagi mereka.

Hal ini disampaikan oleh M. Trianto, salah satu pengemudi mikrolet M-01 (Kp. Melayu-Senen) yang hari ini akan ditempeli stiker uji coba pembatasan BBM bersubsidi di terminal Pasar Senen, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

"Nggak akan mungkin terjadi kalau kita menimbun. Karena akan merepotkan kita sendiri," kata Trianto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya melanjutkan, hal yang menyulitkan untuk menimbun BBM subsidi dan menjualnya ke orang lain adalah karena untuk membongkar tangki dan memodifikasinya membutuhkan waktu yang lama, sulit, serta membutuhkan biaya besar. Kemudian, lanjutnya pekerjaan itu dinilai akan menyulitkan dirinya sendiri karena itu dilarang.

"Sekarang, yang kita butuhkan adalah kalau untuk angkutan umum supaya diprioritaskan. Karena angkutan umum orientasinya tidak terbatas, 24 jam. Kalau dibatasi dan kurang dari kebutuhan kita, ya kita akan terbatas.Β  Masak kami dorong ini mobil? Nggak mungkin kan. Pokoknya kalau mau nimbun juga nggak akan ada kemungkinan ke situ," tegasnya.

Seperti diketahui, hari ini pemerintah melakukan uji coba pembatasan BBM terhadap angkot M-01 jurusan Kampung Melayu-Senen. Seluruh angkot M-01 ini ditempeli stiker khusus bertuliskan 'Uji Coba Subsidi BBM'.

Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk ingin mengetahui sebarapa efektif uji coba pembatasan BBM subsidi tersebut kepada angkutan umum. Nantinya, evaluasi dari uji coba ini akan dilihat setelah dua minggu pelaksanaan.

Mulai April 2011, kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi akan dilakukan.

Mobil plat hitam dan merah bakal dilarang mengkonsumsi premium atau solar. Karena itu pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi Angkot karena takut Angkot menimbun BBM subsidi untuk kemudian dijual kembali.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads