Hal ini disampaikan oleh M. Trianto, salah satu pengemudi mikrolet M-01 (Kp. Melayu-Senen) yang hari ini akan ditempeli stiker uji coba pembatasan BBM bersubsidi di terminal Pasar Senen, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
"Nggak akan mungkin terjadi kalau kita menimbun. Karena akan merepotkan kita sendiri," kata Trianto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang, yang kita butuhkan adalah kalau untuk angkutan umum supaya diprioritaskan. Karena angkutan umum orientasinya tidak terbatas, 24 jam. Kalau dibatasi dan kurang dari kebutuhan kita, ya kita akan terbatas.Β Masak kami dorong ini mobil? Nggak mungkin kan. Pokoknya kalau mau nimbun juga nggak akan ada kemungkinan ke situ," tegasnya.
Seperti diketahui, hari ini pemerintah melakukan uji coba pembatasan BBM terhadap angkot M-01 jurusan Kampung Melayu-Senen. Seluruh angkot M-01 ini ditempeli stiker khusus bertuliskan 'Uji Coba Subsidi BBM'.
Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk ingin mengetahui sebarapa efektif uji coba pembatasan BBM subsidi tersebut kepada angkutan umum. Nantinya, evaluasi dari uji coba ini akan dilihat setelah dua minggu pelaksanaan.
Mulai April 2011, kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi akan dilakukan.
Mobil plat hitam dan merah bakal dilarang mengkonsumsi premium atau solar. Karena itu pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi Angkot karena takut Angkot menimbun BBM subsidi untuk kemudian dijual kembali.
(nrs/dnl)











































