Stiker ini juga dapat mengindentifikasi angkot-angkota yang masih berpelat hitam. Sehingga nantinya dapat dilakukan penertiban agar ada perpindahan dari plat hitam ke pelat kuning.
Demikian disampaika oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, pada acara pemasangan stiker uji coba pembatsan BBM bersubsidi mikrolet M01 di Terminal Pasar Senen, Jakarta (23/2/2011)
“Ini nanti bisa mengidentifikasi kendaraan (angkot) lebih baik lagi dan mencegah adanya kendaraan yang ‘bodong’. Selain itu, ini sangat membantu karena dapat meningkatkan kelayakan pelayanan,” kata Pristono.
Pristono menjelaskan, dengan adanya peningkatan kelayakan pelayanan pada angkot M01 yang diberi stiker uji coba hari ini, nantinya bisa terlihat mana yang resmi dan tidak resmi.
“Untuk bermigrasi ke pelat kuning pun tidak mudah. Kan harus ada badan usahanya dan mereka harus mendaftarkan diri ke pihak terkait setempat. Namun itu perlu dilakukan, supaya data angkutan umum yang resmi menjadi lebih baik sehingga sasaran untuk BBM bersubsidi bisa lebih tepat,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso mengatakan bahwa memang perlu dilakukan perpindahan dari pelat hitam ke pelat kuning bagi kendaraan angkutan umum yang masih berpelat hitam, kendaraan untuk travel, kendaraan dengan bak terbuka, dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya pemerintah masih fokus untuk identifikasi mana kendaraan yang berbasis bahan bakar premium dan solar. Pihaknya juga berencana untuk melakukan konversi ke basis bahan bakar gas.
"Bahkan nanti mau dilihat aturan apakah ada pelat kuning yang tidak boleh masuk kota dan sebagainya, ini diujicoba dulu. Kita lihat hasilnya, evaluasi, dan lihat langkah yang harus dilakukan ke depan,” tambahnya.
(nrs/hen)











































