VP Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan, pasokan BBM ke Pontianak dan sekitarnya tidak ada gangguan pasca adanya kapal yang tenggelam di Muara Jangkat yang sempat mengganggu keluar-masuknya kapal termasuk kapal pengangkut BBM.
"Ini (kelangkaan BBM) karena pedagang eceran BBM langsung menyedot habis BBM di SPBU. Kita sudah tegas meminta bantuan pihak Polda dan Pemda. Teman-teman di SPBU tak bisa melarang karena takut dibakar massa," ujar Harun kepada detikFinance, Kamis (24/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi masyarakat yang harus mengubah perilaku. BBM di sana sering dirush dan diserbu. Kita selalu menyuplai sesuai dengan kuota yang ada. Namun karena sering dirush, maka jam 12.00 SPBU di sana sudah tutup karena stok habis. Dan malam-malamnya para pedagang eceran memanfaatkan langkanya BBM," tegas Harun.
Menurutnya, sudah tahunan kondisi seperti ini terjadi di Kalimantan. Mobil operasional penambang yang seharusnya menggunakan BBM industri malah ikut-ikutan antre di SPBU.
"Banyak penambang-penambang. Tapi mereka tak tersentuh hukum. Karena itu saya meminta keras kepada Pemda dan Polda untuk menindaknya," tukasnya.
Sebelumnya pada pengguna BBM di Pontianak mengeluhkan wilayah tersebut kembali mengalami kekurangan BBM. Masyarakat kembali antre di SPBU untuk mendapatkan BBM.
(dnl/qom)











































