Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan batalnya pembatasan BBM bersubsidi alias premium merupakan itikad baik pemerintah. Dengan harga minyak yang bergejolak, pemerintah tak ingin memaksakan program tersebut.
"Kita lakukan itu tujuannya baik,kan supaya (subsidi) bisa tepat sasaran, berarti menjunjung keadilan. Namun ketika asumsi sekarang berubah, kan sekarang minyak naik begitu juga inflasi, kita tunggu hasil studi tim pengawasan," ujarnya di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (24/2/2011).
Terus memanasnya konflik politik di salah satu negara penghasil minyak dunia Libya, membuat harga minyak melonjak. Ia mengatakan, dengan harga minyak yang bergejolak seperti sekarang ini, asumsi di APBN pun bisa berganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ditunda, pemerintah tetap tidak akan mengambil opsi naikkan harga premium, bahkan di tengah harga minyak yang semakin menggila. Pemerintah akan melakukan pembahasan dengan tim pengawas dan DPR terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. (ang/hen)











































