PLN Dapat Kredit Lunak dari JICA US$ 80 Juta

PLN Dapat Kredit Lunak dari JICA US$ 80 Juta

- detikFinance
Jumat, 25 Feb 2011 08:01 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (persero) mendapatkan bantuan dari Japan International Coorporation  Agency (JICA) untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Tulehu, Maluku dengan kapasitas 20 Megawatt (MW) sebesar US$ 80 juta.

Menurut Kepala Divisi Energi Terbarukan, PLN Mochammad Sofyan, bantuan lunak dari JICA itu melalui mekanisme G to G dengan nilai US$80 juta, bunga 0,7 persen dan dengan jangka waktu 40 tahun.

"Kami mendapatkan soft loan dari JICA dengan bunga yang murah, karena kalau tidak murah akan sulit pengembangannya untuk Indonesia Timur," ujar Sofyan seperti dikutip dari situs ESDM, Jumat (25/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkannya, proyek PLTP  tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2014 mengingat ini masuk dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap kedua. "Saat ini sedang berjalan proses eksplorasi dan sebentar lagi selesai," papar Sofyan.

Selain di Tulehu, lanjut Sofyan, perseroan juga akan mengembangkan PLTP di Sembalun namun masih terkendala izin lahan sebab masuk dalam taman wisata gunung Rinjani, guna mengatasi persoalan ini Kementerian Kehutanan tengah membahas untuk melakukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.68  tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

"PP 68 sedang dibahas jadi kami bisa segera juga karena Sembalun kita itu sudah siap masuk," katanya.

Sofyan menjelaskan, pada pekan kedua Maret mendatang, PLN akan menandatangani Power Purchase Aggrement (PPA),dengan Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan kapasitas 600 Megawatt (MW), diantaranya PLTP Lumut Balai (Jambi), Sungai Penuh, Kamojang unit 5 dan 6 serta Lahendong unit 5 dan 6.


(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads