Menurut Kepala Divisi Energi Terbarukan, PLN Mochammad Sofyan, bantuan lunak dari JICA itu melalui mekanisme G to G dengan nilai US$80 juta, bunga 0,7 persen dan dengan jangka waktu 40 tahun.
"Kami mendapatkan soft loan dari JICA dengan bunga yang murah, karena kalau tidak murah akan sulit pengembangannya untuk Indonesia Timur," ujar Sofyan seperti dikutip dari situs ESDM, Jumat (25/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Tulehu, lanjut Sofyan, perseroan juga akan mengembangkan PLTP di Sembalun namun masih terkendala izin lahan sebab masuk dalam taman wisata gunung Rinjani, guna mengatasi persoalan ini Kementerian Kehutanan tengah membahas untuk melakukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.68 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
"PP 68 sedang dibahas jadi kami bisa segera juga karena Sembalun kita itu sudah siap masuk," katanya.
Sofyan menjelaskan, pada pekan kedua Maret mendatang, PLN akan menandatangani Power Purchase Aggrement (PPA),dengan Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan kapasitas 600 Megawatt (MW), diantaranya PLTP Lumut Balai (Jambi), Sungai Penuh, Kamojang unit 5 dan 6 serta Lahendong unit 5 dan 6.
(nrs/qom)











































