Hatta: RI Tak Boleh Berleha-leha, Segera Genjot Produksi Minyak

Hatta: RI Tak Boleh Berleha-leha, Segera Genjot Produksi Minyak

- detikFinance
Jumat, 25 Feb 2011 17:02 WIB
Jakarta - Kenaikan harga minyak selalu jadi berita yang mengkhawatirkan bagi perekonomian di dunia. Indonesia tak boleh terus berleha-leha menghadapi ini, ke depan produksi minyak harus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (25/2/2011).

"Satu hal yang saya ingin pesan memang dunia mengalami kenaikan harga minyak. Ada dua kebijakan yang harus kita lakukan. Pertama dari sisi suplai jangan berleha-leha, genjot produksi dan tingkatkan eksplorasi dan eksploitasi," tegas Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, dari sisi permintaan harus ditata dengan baik. Harus ada penghematan penggunaan BBM dan memanfaatkan energi-energi terbarukan.

Seperti diketahui, produksi atau lifting minyak Indonesia masih melempem. Bahkan di Februari hanya 905 ribu barel per hari, jauh di bawah target dalam APBN 2011 yang sebesar 970 ribu barel per hari.

Maraknya bencana alam yang terjadi di Indonesia membuat produksi minyak dalam negeri kehilangan 37.850 barel per hari (bph). Setidaknya terjadi 105 kejadian yang menyebabkan kehilangan potensi produksi, seperti penghentian produksi secara tidak terduga (unplanned shutdown), masalah penerima produksi (off taker), dan keterlambatan proyek.

Di awal tahun ini harga minyak dunia terus naik karena krisis politik di Timur Tengah, bahkan sudah menembus level US$ 100 per barel. Namun Hatta yakin, harga minyak Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) hanya bergerak di kisaran US$ 80-90 per barel.

Karena begitu, maka harga premium masih aman dan tidak akan dinaikkan. Meskipun pemerintah akan menunda kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi yang rencananya berlaku April 2011 di Jabodetabek.

"Pemerintah belum terpikirkan untuk menaikkan harga BBM. Belum ada sama sekali," ujar Hatta.

Mengenai sampai kapan penundaan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi itu, Hatta belum mengetahuinya. Masih menunggu hasil keputusan dengan DPR nanti.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads