Pertamina: Harga Pertamax Naik Jangan Heboh

Pertamina: Harga Pertamax Naik Jangan Heboh

- detikFinance
Selasa, 01 Mar 2011 15:03 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) meminta kenaikan harga Pertamax hingga kini sudah di atas Rp 8.000 per liter dianggap sebagai hal yang biasa. Masyarakat diminta tidak heboh karena memang kenaikan harga BBM non subsidi ini disebabkan karena naiknya harga minyak dunia.

"Itu (kenaikan harga Pertamax Cs) seharusnya jangan dianggap sebagai sesuatu yang menghebohkan. Kan tiap dua minggu kita selalu me-review harga BBM Non-subsidi sesuai dengan perkembangan pasar," jelas VP Corporate Communication PT Pertamina (persero), Mochammad Harun kepada detikFinance, Jakarta (1/3/2011).

"Kalau harga minyak dunia naik, ya kita ikut naik, kalau enggak ya enggak. Sebelumnya kan kita nggak naikin, tapi sekarang karena rata-ratanya demikian ya, kita sesuaikan," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski harga Pertamax semakin mahal dan selisih dengan harga BBM bersubsidi semakin jauh, namun Pertamina akan terus mengkampanyekan penggunaan BBM non subsidi itu. Ia juga meyakini Pertamax masih diminati karena banyak konsumen yang loyal. Harun mengaku di sejumlah wilayah justru terjadi peningkatan konsumsi pertamax plus.

"Kita juga punya strategi marketing sendiri dan konsumen yang loyal. Mungkin selama ini juga masih banyak yang menganggap hal itu terlalu awam, kalau Pertamax naik, menjadi mahal berarti akan pindah ke premium saja. Kalau orang yang sudah sadar akan mutu, kualitas dan sudah biasa pakai pertamax, mungkin tidak akan ada perubahan," tegas Harun.

Seperti diketahui, Pertamina kembali menaikkan harga BBM non subsidinya yakni Pertamax Cs sekitar Rp 100-200 per liter mulai Selasa (1/3/2011) pukul 00.00 WIB. Khusus harga pertamax di Jakarta naik menjadi Rp 8.100 per liter. Sementara harga pertamax plus di Jakarta dinaikkan dari Rp 8.450 per liter menjadi Rp 8.550 per liter.

Kenaikan harga pertamax terjadi seiring lonjakan harga minyak mentah dunia akibat krisis yang terjadi di Libya. Dalam sepekan terakhir, harga minyak mentah dunia memang melonjak menembus level US$ 100 per barel.

Pada perdagangan di pasar Asia Selasa ini, harga minyak light sweet pengiriman April naik 46 sen menjadi US$ 97,43 per barel. Minyak Brent pengiriman April naik 58 sen menjadi US$ 112,39 per barel.

(nrs/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads