Hatta Minta ESDM Tak Lelet Tingkatkan Produksi Minyak

Hatta Minta ESDM Tak Lelet Tingkatkan Produksi Minyak

- detikFinance
Selasa, 01 Mar 2011 15:59 WIB
Jakarta - Peningkatan produksi minyak Indonesia saat ini sangat lambat, bahkan bisa dikatakan stagnan. Menteri ESDM diminta cepat meningkatkan produksi minyak dalam negeri.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

"Mbok ya jangan lelet meningkatkan produksi (minyak), BP Migas, ESDM, day by day, jangan ada hambatan," tegas Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Hatta, menghadapi kenaikan harga minyak yang cukup tinggi saat ini, pemerintah tak mau terburu-buru bereaksi lewat kebijakan yang berlebihan seperti kenaikan harga BBM, setelah kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi ditunda.

"Tidak ada yang menginginkan harga minyak naik tinggi. Saya menganggap ini temporer, jadi kita tidak usah terburu-buru langsung mengambil reaksi berlebihan," kata Hatta.

Seperti diketahui, kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi ditunda dari rencana awal di April 2011. Hatta belum bisa memastikan kapan kebijakan ini bisa dilakukan.

Namun dengan melihat kondisi ekonomi seperti sekarang, di mana inflasi bakal cukup tinggi, pemerintah menilai kebijakan pembatasn lebih baik ditunda.

Karena itu, Hatta meminta masyarakat lebih menghemat konsumsi penggunaan bahan bakar. Apalagi anggaran subsidi BBM yang dimiliki pemerintah sangat terbatas.

"Dari sisi demand ya kita harus berhemat betul jangan menganggap subsidi itu tanpa tidak terbatas dananya, itu dananya terbatas, jadi berhematlah," tukas Hatta.

Seperti diketahui, BP Migas mengumumkan maraknya bencana alam yang terjadi di Indonesia membuat produksi minyak dalam negeri kehilangan 37.850 barel per hari (bph).

Sepanjang Februari, jumlah lifting (produksi) minyak RI hanya mencapai 905 ribu barel/haru. Ini masih sangat jauh dibandingkan target pemerintah yang sebesar 970 ribu barel/hari. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads