Pembatasan Premium di Jawa-Bali Paling Lambat September

Pembatasan Premium di Jawa-Bali Paling Lambat September

- detikFinance
Kamis, 03 Mar 2011 10:43 WIB
Jakarta - Meskipun nasib pembatasan konsumsi BBM subsidi belum jelas, Anggota DPR menginginkan kebijakan ini bisa dilakukan di seluruh Jawa-Bali paling lambat 1 September 2011.

Anggota Komisi VII DPR M. Romahurmuziy mengatakan, sambil menunggu kebijakan ini terealisasi pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi yakni premium dan solar dari harga saat ini Rp 4.500/liter.

Kenaikan harga BBM ini harus dilakukan karena harga minyak Indonesia sudah naik di atas US$ 100 per barel pada Februari 2011, dan berpotensi menaikkan anggaran subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sembari penyesuaian (harga BBM), rencana pengendalian volume BBM bersubsidi harus terus dijalankan, selambat-lambatnya 1 September 2011 untuk seluruh Jawa-Bali," jelas pria yang akrab disapa Rommi dalam keterangannya, Kamis (3/3/2011).

Dengan begitu, pemerintah mempunyai waktu 6 bulan hingga September untuk melakukan uji coba beberapa mekanisma pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut.

"Mulai dari smart card, RFID, maupun kartu subsidi BBM prabayar," jelas Rommi.

Menurutnya, Kementerian ESDM memiliki tugas berat, bukan hanya penuntasan kajian menyeluruh, tapi juga uji coba beberapa modus yang paling meminimalisir penyimpangan kebijakan.

"Sehingga 6 bulan ke depan bisa digunakan untuk penuntasan kajian 1 bulan, uji coba modus 1 bulan, dan 4 bulan instalasi peralatan di SPBU yang simultan dengan sosialisasi," tukas Rommi.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads