Anggota Komisi VII DPR M. Romahurmuziy mengatakan, sambil menunggu kebijakan ini terealisasi pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi yakni premium dan solar dari harga saat ini Rp 4.500/liter.
Kenaikan harga BBM ini harus dilakukan karena harga minyak Indonesia sudah naik di atas US$ 100 per barel pada Februari 2011, dan berpotensi menaikkan anggaran subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, pemerintah mempunyai waktu 6 bulan hingga September untuk melakukan uji coba beberapa mekanisma pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut.
"Mulai dari smart card, RFID, maupun kartu subsidi BBM prabayar," jelas Rommi.
Menurutnya, Kementerian ESDM memiliki tugas berat, bukan hanya penuntasan kajian menyeluruh, tapi juga uji coba beberapa modus yang paling meminimalisir penyimpangan kebijakan.
"Sehingga 6 bulan ke depan bisa digunakan untuk penuntasan kajian 1 bulan, uji coba modus 1 bulan, dan 4 bulan instalasi peralatan di SPBU yang simultan dengan sosialisasi," tukas Rommi.
(dnl/qom)











































