Hal ini disampaikan oleh Manajer Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto dalam siaran persnya, Jumat (4/3/2011).
"Setelah dilakukan proses penyelesaian dan negosiasi ulang, proyek ini berhasil diselesaikan dan segera dapat dioperasikan untuk memperkuat sistim kelistrikan Sulawesi Selatan. Nantinya, PLN akan membeli listrik yang dihasilkan dari PLTA Tangka sekitar Rp 601 /kWH," jelas Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nantinya setelah beroperasi penuh, listrik yang dihasilkan dari PLTA Tangka akan disalurkan melalui jaringan transmisi pada sistim kelistrikan Sulsel untuk semakin memperkuat ketersediaan pasokan daya di wilayah itu dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang kian meningkat," jelas Bambang.
Saat ini, kelistrikan di wilayah Sulsel dikelola oleh PLN Wilayah Sulselrabar yang menjangkau 3 provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Kemampuan pasok (daya mampu) sistim kelistrikan Sulselrabar mencapai 790,6 MW. Dari daya mampu sebesar itu, sebanyak 321,1 MW diantaranya berasal dari sejumlah pembangkit milik PLN yang ada di wilayah Sulserabar, pasokan dari IPP sebesar 262,5 MW dan dari pembangkit sewa 207 MW. Sementara itu kebutuhan pasokan pada saat beban puncak (peak load) mencapai 669,3 MW.Β
Dengan kondisi kelistrikan seperti itu, meskipun masih tersedia cadangan daya tetapi boleh dibilang relatif pas-pasan.
"Oleh sebab itu, beroperasinya PLTA Tangka-Manipi akan sangat signifikan untuk meningkatkan mutu dan keandalan di sistem kelistrikan Sulselrabar guna mendukung pertumbuhan konsumsi listrik yang terus meningkat seiring dengan tumbuhnya perekonomian di 3 provinsi itu," tukas Bambang.
(dnl/qom)











































