Santos Indonesia berupaya memaksimalkan produksi minyak dan gas lapangan Oyong dan Maleo di Selat Madura setelah mengalami interupsi karena pengerjaan perbaikan pada anjungan produksinya. Β
Hasil inspeksi rutin pada anjungan jack-up Maleo yang disewa Santos menunjukkan perlunya dilakukan pengerjaan perbaikan pada fasilitas produksi bergerak (Mobile Oil Production Unit /MOPU).
"Santos menyadari kebutuhan energi listrik dan gas untuk industri di wilayah Jawa Timur sangat strategis dalam menunjang kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, kami tetap berupaya memenuhi kebutuhan energi yang ada," kata Presiden & General Manager Santos Indonesia Marjolijn Wajong dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat(4/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Santos bekerja sama dengan BP Migas meminimalkan kemungkinan penghentian operasi itu dan pengerjaan perbaikan diharapkan tidak berdampak secara material pada produksi Santos di 2011.
Lapangan Maleo yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sumenep memproduksi gas sejumlah rata-rata 120 mmcfd yang diserap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk dimanfaatkan berbagai industri di Jawa Timur. (ang/dnl)











































