Pertamina Lakukan Rehabilitasi Area Minyak Tumpah di Cepu

Pertamina Lakukan Rehabilitasi Area Minyak Tumpah di Cepu

- detikFinance
Minggu, 06 Mar 2011 15:00 WIB
Jakarta -
PT Pertamina EP Field Cepu tengah melaksanakan rehabilitasi area paska tumpahan minyak di Desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Tumpahan minyak mentah akibat pencurian pipa sepanjang 4 meter yang merupakan trunkline 4 inchi antara Nglobo dan Cepu tersebut dilakukan mulai hari ini Minggu (6/3/2011).

"Rehabilitasi lingkungan ini merupakan kelanjutan dari proses penanggulangan tumpahan minyak sesuai dengan standar operasi perusahaan," ujar Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (6/3/2011).

Agus menyebutkan proses penanggulangan tumpahan minyak yang dilakukan Pertamina EP meliputi dua tahapan utama. Pertama, Pertamina EP melokalisasi, menggiring dan mengangkat minyak mentah yang tumpah di lokasi.

Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan 1 unit Oil Skimmer (alat khusus penyedot minyak di perairan),  Absorbent pad (Material kain khusus untuk menyerap minyak), 2 unit Pompa Alcon, 30 meter Oil Boom, 2 unit Vacuum Truck, dan peralatan serta kendaraan pendukung lainnya.

"Tahapan ini dilakukan selama tiga hari sejak awal tumpahan minyak terjadi, yakni pada Kamis – Sabtu (3-5 Maret 2011)," jelasnya.

Bersamaan dengan proses tersebut, Pertamina EP Field Cepu juga melakukan upaya teknis yakni menyambung dan ujicoba trunk line 4 inchi yang sebelumnya dicuri, mengumpulkan hasil pengumpulan tumpahan minyak di SPU Ledok dengan menggunakan vacuum truck, dan menghitung hasil tumpahan minyak yang bisa dikumpulkan di SPU Ledok. 

"Jumlah keseluruhan minyak yang tumpah dan sudah berhasil diambil kembali lebih dari 90%," ujarnya.

Tahap Kedua, lanjut Agus, Pertamina EP melakukan proses pembersihan akhir dengan menggunakan oil spill dispersant yang diperkirakan akan berlangsung selama lima hari sejak hari ini. Bersamaan dengan itu, juga dilakukan pemantauan dan rehabilitasi  yang dilakukan diperkirakan akan memakan waktu selama 10 hari. Pada proses tersebut dilakukan juga pengambilan sample tanah di area terkena dampak untuk menganalisa perkembangan pada saat sebelum dan sesudah rehabilitasi kawasan.

"Pada tahapan ini, Pertamina EP juga menyampaikan upaya penanggulangan dan proses rehabilitasi yang telah dan akan dilakukan ke media massa baik cetak maupun elektronik. Pertamina EP juga memberikan penjelasan mengenai risiko dan program rehabilitasi kepada masyarakat sekitar lintasan trunk line Pertamina EP," paparnya.

Dari sisi sosial, sejak awal peristiwa ini terjadi, Agus menyatakan pihak Pertamina EP telah berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Sambong, aparat keamanan, dan masyarakat setempat. Pertamina EP juga melakukan pendataan dan pengukuran luasan lahan area persawahan serta lahan masyarakat yang terkena dampak.

Sebelumnya, Pipa minyak milik PT Pertamina EP Field Cepu dicuri dan dipotong, sehingga menimbulkan tumpahan minyak.Saat ini Pertamina EP sedang menangani kebocoran tersebut. akibat pencurian tersebut sebanyak 30 barel minyak mentah tumpah.

Tumpahan minyak terjadi pada Kamis (3/3/2011) di desa Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pelaku pencurian melakukan pemotongan dan pencurian pipa minyak Pertamina EP sepanjang 4 meter.Pipa tersebut adalah trunk line 4 inchi pada kilometer 6 yang menghubungkan antara Nglobo dan Cepu.
(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads