Hal ini disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh kepada detikFinance, Senin (7/3/2011).
"Pemerintah akan segera meminta BPH Migas dan Pertamina, menjalankan amanah Perpres tentang penyaluran BBM dengan sebaik-baiknya. Untuk itu Pertamina perlu melatih petugas SPBU untuk tidak 'keblinger' menawarkan premium kepada mobil-mobil bagus dan mewah," tutur Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal pemilik mobil adalah kalangan 'punya'. Akibatnya tanpa sadar ikut memasarkan BBM bersubsidi kepada mereka yang tidak berhak, sehingga jadilah volume penjualan premium melebihi kuota APBN," tegas Darwin.
Jadi untuk ke depan, petugas SPBU diarahkan untuk hanya menawarkan mobil-mobil mewah dan bagus untuk membeli pertamax.
"Lebih lengkap lagi ketika membayar, pembeli diberi struk yang menuliskan: harga riil BBM, subsidi negara/liter, dan harga pembayaran/liter. Dan dinyatakan suatu tulisan 'JANGAN AMBIL SUBSIDI YANG BUKAN HAK ANDA," tegas Darwin.
Dikatakan Darwin, dirinya juga akan meminta BPH Migas untuk mengingatkan Pemda Tingkat II.
"Pemda yang berhasil menjaga hak rakyat tidak mampu itu perlu diberi penghargaan, sebaliknya Pemda yang tidak berhasil sehingga penjualan BBM bersubsidi di wilayahnya
membengkak perlu diingatkan," kata Darwin.
Darwin juga akan meminta perencanaan pengawasan konsumsi BBM subsidi lebih ketat ke Pemda, sehingga dana subsidi tak habis terbakar untuk masyarakat yang seharusnya tak lagi disubsidi.
(dnl/qom)











































