"Saya belum hitung elastisitasnya, tapi pasti ada swing (peralihan) sedikit gitu," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/3/2011).
Selain itu, Tubagus menilai tetap ada kemungkinan jika kelebihan kuota tersebut karena adanya penyelundupan. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengurangi tingkat penyelundupan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dengan adanya kelebihan kuota tersebut, Tubagus menyatakan belum ada rencana penambahan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun. Kuota BBM bersubsidi tetap dipatok pada 38,5 juta kiloliter.
Seperti diketahui, konsumsi premium hingga Februari 2011 pemakaiannya sudah melebihi kuota. Dari kuota sebanyak 1,7 juta kiloliter (KL), premium habis dikonsumsi sebanyak 1,8 juta KL.
"Realisasi konsumsi BBM subsidi di Februari 2011 yang belum diverifikasi totalnya 3 juta KL. Rinciannya, premium 1,82 juta KL, minyak tanah 149 ribu KL, dan solar 1,02 juta KL," ujar Tubagus.
Jika dibandingkan Januari 2011, total konsumsi BBM subsidi di Februari menurun yaitu dari 3,26 juta KL (Januari 2011) menjadi 3 juta KL (Februari 2011).
Konsumsi premium di Februari 2011 juga menurun dibanding Januari 2011, yakni dari 1,987 juta KL di Januari menjadi 1,822 juta KL di Februari 2011.
Dengan perhitungan tersebut, maka dalam dua bulan pertama di 2011 ini total konsumsi BBM subsidi mencapai 3,8 juta KL, dari total kuota konsumsi BBM subsidi di 2011 yang jumlahnya 38,5 juta KL.
(nia/dnl)











































