Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2011).
"Sekarang sedang proses unloading (bongkar muat) dari depo, dan hari ini bisa disalurkan ke SPBU kan sejak 2 hari lalu sudah diangkut," jelas Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterlambatan pasokan BBM ke masyarakat di Riau disebabkan oleh pengetatan yang dilakukan oleh Pertamina pada quality control. Imbasnya pengolahan premium harus dilakukan ulang.
"Ketatnya quality control atas premium yang kita berlakukan sehingga ada salah satu unsur yang tidak memenuhi spesifikasi dan kami mesti olah kembali di kilang dan pasokan akan dipenuhi dari depot lainnya yang saat ini sedang berlangsung," terang VP Corporate Communication Pertamina M. Harun sebelumnya.
Harun menjelaskan, dengan ketatnya quality control, mereka tidak akan jual premium yang menurut mereka di bawah standar. "Ada salah satu unsur yang tidak memenuhi kriteria, kami tidak akan pasarkan produk tersebut," kata Harun.
Untuk segera memenuhi permintaan di kawasan Pekanbaru dan sekitarnya, Pertamina mengubah pola suplai dari tempat lain. Produk premium dari Kilang Dumai yang telah memenuhi spesifikasi telah tiba di Depot Siakuntuk didistribusikan.
"Juga telah dilakukan penambahan pasokan dari Depot Padang sebanyak 330 kilo liter (KL) dan dari Depot Dumai 460 KL. Kami juga tambahkan pasokan tambahan dari Tanjung Uban untuk me-recover stok di Pekanbaru dan sekitarnya," terangnya.
(dnl/qom)











































