Demikian disampaikan oleh Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono ketika ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/3/2011).
“Memang ada kecenderungan seperti itu di beberapa daerah yang mengatakan alokasi di sana masih kurang,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau memang jumlahnya kurang kita akan verifikasi, dan jika memang kurang kami akan mempertimbangkan untuk menambah jumlah kuotanya,” jelasnya.
Tubagus mengatakan bahwa banyak beberapa daerah yang meminta penambahan kuota BBM, namun dirinya enggan mengatakan mana-mana saja yang masih
membutuhkan. Untuk kekurangan pasokan BBM yang terjadi di Pekanbaru, lanjut Tubagus, masalah itu sudah dijelaskan oleh pihak Pertamina.
“Saya juga ingin sampaikan, bahwa ketika membuat prognosa kendaraan yang sebesar 6% sampai 6,5% ternyata realisasainya lebih. Kalau kita hitung, untuk
sepeda motor saja 40% mengkonsumsi premium. Itu angka yang signifikan. Jadi wajar jika kenaikan konsumsi Premium pun besar, sekarang kita
semakin mudah membeli motor dan juga antara harga BBM di SPBU dan eceran APMS (Agen Premiun dan Minyak Solar) sudah disamakan. Sehingga ini makin mendorong permintaan,” tutur Tubagus.
Ia menambahkan mengenai peningkatan kuota, dirinya belum berani membandingkannya. Jika dilihat dari tahun kemarin tercatat kenaikan 2,5% meskipun hal itu tidak bisa dipukul rata.
"Buktinya, dari Januari sampai Februari kemarin (2011), permintaan menurun. Hal tersebut dimungkinkan ada pergeseran di masyarakat bahwa mereka merasa ada pilihan untuk pindah ke BBM Non-subsidi,” tambah Tubagus.
(nrs/hen)











































