Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan mengatakan, berdasarkan presentasinya mengatakan pengusaha SPBU di Jawa-Bali yang berjumlah 3.037 orang. Dengan rincian SPBU yang membutuhkan investasi sarana dan infrastruktur adalah sebanyak 296 SPBU, 1.017 SPBU yang sedang proses switching, dan kemudian 1.724 SPBU yang sudah siap menjual pertamax.
"Yang membutuhkan investasi itu adalah untuk penyediaan tangki pendam, dispenser, dan sebagainya. Se-Jawa dan Bali ada sekitar 296 SPBU yang membutuhkan investasi masing-masing Rp 400 juta," kata Karen di hadapan anggota komisi VII DPR RI ketika menghadiri rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (7/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak Pertamina siap untuk melaksanakan kebijakan implementasi pengaturan BBM bersubsidi sesuai dengan waktu dan dilakukan secara bertahap. Namun untuk kelancaran implementasi kebijakan tersebut, kami memerlukan dukungan pemeintah," ucapnya.
Karen menyampaikan, terkait masalah investasi SPBU, masih dibutuhkan kepastian hukum atas kepastian rencana implementasi kebijakan pengaturan BBM subsidi. Hal ini mengingat Pertamina dan mitra usaha melakukan investasi untuk menyiapkan infrastruktur di SPBU.
"Selain itu, dibutuhkan juga adanya insentif bagi pengusaha SPBU berupa pinjaman dari Bank berupa kredit lunak untuk investasi tangki pendam SPBU dan dispenser, serta bantuan tambahan modal kerja bagi pengusaha SPBU dengan bunga rendah," terang Karen.
Karen juga menyampaikan, melalui presentasinya, di wilayah Jabodetabek yang berjumlah 720 SPBU, masih ada 41 SPBU yang membutuhkan investasi sarana dan fasilitas. Sisanya sebanyak 57 SPBU yang proses switching, serta 622 SPBU yang siap jual pertamax.
(nrs/dnl)











































