Demikian disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina Mochammad Harun dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Senin (7/3/2011).
“Stok hari ini di Depot Siak dalam jumlah yang cukup aman, yaitu Premium dengan jumlah 2939 KL dan Solar sebanyak 2000 KL,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panic buying, belilah dengan seperlunya, mengingat ketersediaan stok BBM sudah kembali normal. Antrian yang terjadi kemarin merupakan efek dari kejadian gangguan pada pekan lalu, jadi sampai saat ini seberapapaun BBM yang kami salurkan ke SPBU menjadi cepat habis,” jelasnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa, pihak Pertamina telah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal pemulihan layanan BBM ke SPBU. Intinya, lanjut Harun, pasca gangguan operasi pasokan BBM ke wilayah Riau, Pertamina terus menerus mengoptimalisasikan pasokan BBM khususnya Premium ke seluruh SPBU yang ada di Riau.
Seperti diketahui, pada minggu lalu terjadi gangguan di Depot Sei Siak yang normalnya mensuplai BBM ke SPBU di Pekanbaru dan sekitarnya mengalami keterlambatan pasokan dari kapal tanker dari kilang hari Jum’at lalu. Hal tersebut mengakibatkan langkanya pasokan BBM di wilayah tersebut dan antrean pun tidak terhindarkan.
Sejauh ini, seperti yang dikatakan Harun, Pertamina terus berupaya melakukan pengalihan suplai pont dari Terminal Teluk Kabung di Padang melalui jalur darat dengan mobil tangki sejak Jumat lalu. Kemudian pengalihan lainnya juga melalui suplai point dari terminal Tanjung Uban Kepri melalui jalur laut dan sungai dengan tanker pada Sabtu lalu. Ditambah pula dengan pengalihan mobil tangki muatan Solar ke Premium sebanyak lima unit.
“Depot juga dibuka lebih lama, bahkan 24 jam dan mengoptimalkan mobil tangki. Dan pada minggu kemarin, telah dilayani kebutuhan Premium
sebanyak 1600 KL (peningkatan 60% dari kebutuhan normal),” tambahnya.
(nrs/hen)











































