Genjot Produksi Minyak, Pemerintah 'Berdayakan' Sumur Tua

Genjot Produksi Minyak, Pemerintah 'Berdayakan' Sumur Tua

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2011 17:52 WIB
Jakarta - Kondisi produksi minyak Indonesia menyedihkan. Target produksi minyak di 2011 sebesar 970 ribu barel per hari sulit tercapai. Pemerintah pun akan memberdayakan sumur-sumur minyak tua.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pihaknya akan memintah Pertamina untuk melakukan pemulihan terhadap puluhan sumur minyak tua sehingga bisa kembali berproduksi, dan pihak swasta pun akan diajak.

"Pertamina akan segera melakukan recovery terhadap sekian puluh lapangan sumur tua. Segera diajak swasta nasional untuk bekerja sama," jelas Hatta di Istana Presiden, Jakarta, Senin (7/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski diakui Hatta sulit mengejar target produksi minyak 970 ribu barel per hari, namun pemerintah tak mau menyerah.

"Kita punya waktu 9 bulan. Jangan gampang menyerah waktu masih panjang. Kita perbaiki dan tingkatkan produksi. Ada dua cara, pertama sumur-sumur eksplorasi dipercepat berproduksi, kedua sumur-sumur tua," jelas Hatta.

DIkatakan Hatta, kenaikan harga minyak dunia yang hingga kini menembus level US$ 100 per barel akan membuat anggaran subsidi membengkak.

"Walaupun kita dari satu sisi menerima penerimaan karena sebagian gas akan naik, ekspor kita juga meningkat, tetapi tetap karena subsidinya meningkat, maka itu tentu akan membebani APBN kita," kata Hatta.

Jadi peningkatan produksi minyak sudah mutlak dibutuhkan untuk dapat mengurangi beban impor. Selain itu, percepatan diversifikasi energi harus terus dilakukan sehingga subsidi bisa ditekan.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads