"Kalau konversi itu kan pemerintah melakukan survei dahulu untuk daerah-daerah yang layak dikonversi, baru mereka (ESDM) meminta kepada kita. Kalau merekaΒ bilang stop ya kita stop," kata VP CorporateΒ CommunicationΒ Pertamina Mochammad Harun kepada detikFinance, Selasa (8/3/2011).
Ia mengatakan sebagai BUMN yang mendapat tugas dari pemerintah dalam program konversi minyak tanah ke elpiji, Pertamina bekerja sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo sebelumnya mengatakan akan ada 9 juta paket elpiji 3 kg di 2011, terdiri dari 3.822.756 paket jatah 2011 ditambah 5,4 juta paket sisa jatah 2010.
Dikatakannya program konversi di 2011 merupakan kelanjutan dari di 2010 dengan ditambah 5 wilayah baru yang meliputi Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.
"Nanti akan dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung penyediaan dan pendistribusian elpiji tabung 3 kg. Serta melaksanakan program pendukung berupa sosialiasi dan verifikasi realiasi sebagai bagian dari fungsi pengawasan," jelas Evita.
Menurut Evita realisasi yang sudah tercapai hingga 31 Januari 2011 ini sudah tersebar sebanyak 109.543 paket perdana tabung gas (unaudited) yang terbagi menjadi 98.717 untuk kebutuhan rumah tangga, dan 10.826 untuk kebutuhan usaha menengah.
Namun Ketua Umum Asosiasi Produsen Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi mengatakan pabrikan tabung sudah tak mendapat order tabung elpiji 3 Kg karena program konversi berhenti. Hasilnya sebanyak 25.000 tenaga kerja pabrik tabung harus di-PHK dan dirumahkan.
(hen/dnl)











































