Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan ketika ikut menghadiri konferensi pers dengan Menteri ESDM yang dilaksanakan di kantor KESDM, Jakarta (9/3/2011).
“Sampai saat ini stok BBM nasional aman, tapi kita harus tetap melihat kebutuhan normal. Stok Pertamax nasional kita mencapai 50 hari, Premium 18 hari, jadi stok itu cukup,” katanya.
Secara keseluruhan stok BBM nasional masih cukup berada di atas 16 hari. Pada hari ini, rata-rata stok BBM Nasional berada pada posisi 23 hari,
dimana stok Premium sebanyak 17,9 hari, solar 20 hari, dan minyak tanah 49 hari.
“Kan tadi, seperti yang sudah dikatakan, bahwa kalau Premium habis maka bisa dialihkan ke Pertamax. Tapi perlu diingat, kebutuhan normal harus diutamakan. Kami juga akan selalu melakukan pengawasan dan meningkatkannya,” ujar Karen.
Karen menambahkan, bahwa tidak ada penambahan stok BBM yaitu sesuai dengan RKAP 2011.
“Semuanya sudah terkuota, dan jika kebutuhan BBM habis akan terus dipenuhi,” ucap Karen.
Ditempat yang sama Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan bahwa pada dasarnya pemerintah wajib menyediakan bahan bakar dan itu tetap dilakukan. Jika masih terjadi kekurangan pasokan dibeberapa daerah akan terus disediakan.
“Hanya saja kebutuhan dan pasokan juga bergantung pada kebutuhan masyarakat supaya hemat. Maka, gunakanlah bahan bakar dengan kebutuhan normal. Stok BBM tentu akan menipis jika belinya dikuras. Tapi untuk apa? Lebih baik gunakan dengan cukup sesuai kebutuhan normal,” tegasnya.
(nrs/hen)











































