Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Evita Herawati Legowo ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3/2011).
"Sebetulnya kan kelangkaan BBM itu sekarang ini yang agak menyolok itu tinggal di Pontianak. Kami menilai bahwa di situ ada spekulan yang bermain," kata Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, Pak Menteri (Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh) menugaskan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas) untuk tingkatkan pengawasan," jelas Evita.
"Hari ini berangkat teman-teman BPH Migas yang bekerjasama dengan Pemda terkait," tambahnya.
Dia juga mengatakan, ketika berbicaea dengan Komisi VII DPR permintaan kuota BBM sebelumnya adalah sebesar 40,5 juta KL. Namun hanya disetujui sebesar 38,5 juta KL ditambah dengan perjanjian harus diatur.
"Kita sudah bicara juga dengan Pemda. Rinciannya sudah disampaikan ke tiap daerah, maka itu BPH Migas kita minta bekerjasama dengan Pemda dan intansi terkait untuk lakukan pengawasan ke situ," tutur Evita.
Evita mengakui, munculnya spekulan ini diakibatkan adanya kekhawatiran adanya kenaikan harga. "Padahal kita tidak akan naikkan harga," singkatnya.
"Mungkin saya tidak bisa bilang di 2011, setidaknya dalam waktu dekat ini nggak akan ada kenaikan harga BBM," tandasnya sekali lagi.
(nrs/dnl)











































