Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo mengatakan, pihaknya masih membahas 3 opsi yang telah didapat dan belum ada arah yang pasti kemana arah kebijakan tersebut mau dibawa.
"Saya belum bisa bilang sekarang ya, karena masih dalam proses pembahasan di rapat. Terus terang saya baru mulai rapat malam ini. Rencananya prefinalisasi itu malam ini dengan BPH Migas, Bappenas, dan Pertamina," katanya saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan kita minggu depanlah kita bisa ketemu dengan DPR lagi, kita akan sampaikan sikap kita seperti apa, tapi yang jelas tidak akan pure seperti yang disampaikan oleh konsorsium, itu hanya kita ambil beberapa idenya saja, mana yang mungkin kita lakukan," ujarnya.
"Kalau opsi satu (opsi pertama dari Anggito Cs, menaikkan harga premium), itu sudah pasti enggak. Tapi, kalau dua opsi yang lainnya kita ambil intinya," ucap Evita.
Evita berpendapat, kemungkinan kebijakan yang akan diambil secara bertahap.
"Jadi kita ingin tepat sasaran, bukan kenaikan harga. Misalnya, kendaraan umum ada yang dapat BBM subsidi, dan yang lain enggak. Kita tidak pernah menaikkan harga," tukas Evita.
(nrs/dnl)











































