Meski begitu, pasar minyak masih awasi penuh demonstrasi di Arab Saudi yang merupakan eksportir minyak terbesar di dunia. Serta kerusuhan di Libya yang mengganggu ekspor minyak.
Pada perdagangan (11/3/2011) di London, harga minyak jenis Brent pengiriman April turun US$ 1,71 ke level US$ 113,77 per barel. Harga minyak light sweet pengiriman April juga turun 83 sen ke US$ 101,87 per barel, bahkan harga minyak light sudah turun di bawah US$ 100 tepatnya US$ 99,01 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana alam ini dinilai menghasilkan risiko baru di pasar. Namun koreksi minyak ini juga jadi kelanjutan dari koreksi yang terjadi di pasar komoditas kemarin. Apalagi Jepang jadi konsumen minyak ketiga terbesar di dunia setelah China dan AS.
"Dalam jangka pendek, bencana yang terjadi tersebut bakal menurunkan permintaan minyak di Jepang. Namun selanjutnya, pasca tsunami, Jepang kembali membutuhkan pasokan minyak karena kilang-kilang yang terbakar," tutur Analis Harry Tchilinguirian seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/3/2011).
Selain minyak tsunami yang terjadi di Jepang ini juga menyeret saham di bursa Eropa jatuh ke level terendah dalam 3 bulan terakhir.
(dnl/qom)











































