Merukh Enterprises 'Caplok' Ladang Minyak dan Gas di Texas

Merukh Enterprises 'Caplok' Ladang Minyak dan Gas di Texas

- detikFinance
Minggu, 13 Mar 2011 13:45 WIB
Jakarta - Merukh Enterprises mengakuisisi ladang minyak dan gas dari keluarga Whitehaed di Buna Texas, Amerika Serikat senilai US$ 5 miliar.

Penandatanganan akuisisi ladang minyak dan gas tersebut dilakukan pada Kamis (10/3/2011) pekan lalu oleh Presiden Direktur dan CEO Merukh Enterprises Rudy Merukh dan perwakilan keluarga Whitehaed Andy Whitehead. Penandatanganan itu disaksikan Managing Director Finance Merukh Enterprises Janny Utami.

Dikatakan Rudy, tertariknya Merukh mengakuisisi ladang minyak dan gas itu karena dari 100 sumur di wilayah tersebut, cadangan terbukti minyak diperkirakan sekitar 30 juta barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rudy jika harga minyak saat ini yang berada di kisaran US$ 100 per barel, nilai cadangan minyak itu diperkirakan mencapai US$ 3 miliar. Sumur-sumur minyak tersebut terletak di formasi Willcox, di perbatasan antara Texas dan Luisiana yang sudah terbukti memiliki cadangan minyak.

โ€œSelain akan memproduksi minyak, 100 sumur tersebut juga memproduksi gas alam yang dipasok untuk kebutuhan gas industri di New Jersey. Produksi dan pasokan gas dari sumur-sumur tersebut diperkirakan senilai US$ 2 miliar. Total nilai akuisisi untuk minyak dan gas mencapai US$ 5 miliar,โ€ kata Rudy melalui siaran persnya, Minggu (13/3/2011)

Rudy menambahkan, dalam perjanjian akuisisi itu, keluarga Whitehaed tetap akan menjadi operator ladang minyak dan gas itu. Reputasi keluarga Whitehaed dalam
pengelolaan produksi minyak dan gas sudah terbukti.

Sementara itu, Merukh Enterprises diberi hak membeli pertama (first right of refusal) untuk berpartisipasi dalam penemuan-penemuan ladang minyak dan gas baru yang ditemukan keluarga Whitehaed.

Managing Director Finance Merukh Enterprises Janny Utami mengatakan, pendanaan untuk proyek tersebut akan dilakukan melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham Singapura dan Australia. Pihaknya yakin mampu meraup dana segar untuk pendanaan proyek tersebut karena pasar bursa di Singapura dan Australia memiliki respon yang positif terhadap komoditas minyak dan gas.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads