WIKA saat ini sedang mempersiapkan penjualan listrik seharga Rp 446,14 per kWh tanpa BBM kepada PT Indonesia Power (IP) yang merpakan anak perusahaan PLN.
Pembangkit ini ditopang dari tiga mesin pembangkit tenaga Diesel terbesar di Indonesia (jenis MAN 18V 48/60) berukuran panjang 18.6 m, tinggi 6.5 m dan berat 375 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
integrated EPC & Investment Company in South East Asia, juga menyatakan siap untuk menjual listrik dalam waktu 8 tahun kedepan.
"Kami berinvestasi untuk pertama kalinya di Proyek PLTD Bali ini guna mendukung keandalan PLN maupun pemerintah dalam mensuplai listrik di wilayah Bali," kata Bintang Perbowo melalui siaran persnya, Minggu (13/3/2011).
Dikatakannya sertifikat layak sinkron telah diperoleh dari PLN sejak Tanggal 7 Februari 2011 dan saat ini listrik sudah mulai mengalir dari pembangkit ini ke Wilayah Bali.
Sebagai kontraktor utama, perseroan menjalankan skema BOT (Build, Operate, Transfer) selama 9 tahun. WIKA sudah selesai membangun PLTD akhir Februari
2011 lalu dan selanjutnya akan memproduksi listrik sekaligus melakukan perawatan, dan mengoperasionalkan pembangkit bersama dengan PT Mirlindo,
perusahaan yang berkosorsium dengan WIKA dalam proyek ini.
WIKA juga menyediakan pendanaan proyek, melakukan semua pekerjaan engineering, procurement dan construction (EPC), menyediakan LTSA (Long Term Supply Agreement) selama periode kontrak, dan mentransfer aset pembangkit ke PT Indonesia Power pada tahun ke-9 selama kontrak.
(hen/hen)










































